QUARTETOOLINDA –┬áBurung blackbird, atau yang dikenal juga dengan nama merel, adalah salah satu spesies burung yang tergolong dalam keluarga Turdidae. Dengan bulu berwarna hitam pekat pada jantan dan coklat keabu-abuan pada betina, burung ini telah lama menjadi subjek kagum dan inspirasi bagi banyak budaya di dunia. Artikel ini akan mengupas tuntas kehidupan, habitat, dan perilaku unik dari Turdus merula, atau burung blackbird.

Klasifikasi dan Distribusi

Burung blackbird secara ilmiah dikenal dengan nama Turdus merula. Spesies ini termasuk dalam ordo Passeriformes, yang merupakan ordo terbesar dari burung-burung penyanyi. Burung ini tersebar luas di Eropa, Asia, dan Afrika Utara, serta telah diperkenalkan ke Australia dan Selandia Baru. Dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, blackbird dapat ditemukan di berbagai habitat, mulai dari hutan lebat hingga taman kota.

Deskripsi Fisik

Jantan blackbird memiliki bulu hitam mengkilap dengan cincin mata kuning cerah dan paruh berwarna kuning yang mencolok. Sebaliknya, betina memiliki warna yang lebih kusam dengan bulu-bulu berwarna coklat dan dada berbintik-bintik. Anak burung blackbird umumnya memiliki warna serupa dengan betina namun dengan bintik-bintik yang lebih terang. Ukuran tubuh blackbird berkisar antara 23,5 hingga 29 cm dengan rentang sayap sekitar 34 hingga 38,5 cm.

Perilaku dan Kebiasaan

Blackbird dikenal sebagai burung yang teritorial, khususnya selama musim kawin. Jantan akan bernyanyi dari titik tertinggi di wilayahnya untuk menarik perhatian betina dan menandai wilayahnya. Lagu yang dinyanyikan oleh blackbird sangat variatif dan melodi, seringkali dianggap sebagai salah satu suara burung hutan paling indah.

Mereka adalah omnivora yang memakan berbagai jenis makanan. Diet mereka termasuk serangga, cacing, dan buah-buahan. Blackbird sering terlihat mengais di lantai hutan atau di bawah dedaunan untuk mencari makanan.

Reproduksi dan Siklus Hidup

Musim kawin blackbird dimulai dari akhir Maret hingga Juli. Sarang yang dibangun dari ranting, lumpur, dan rumput umumnya diletakkan pada semak atau pohon rendah. Betina akan mengeram antara 3 hingga 5 telur selama dua minggu, dan setelah menetas, kedua induk akan merawat anak-anaknya.

Anak burung blackbird biasanya siap untuk terbang dalam waktu 13 hingga 14 hari setelah menetas. Namun, mereka masih tergantung pada induk untuk makanan hingga beberapa minggu setelah itu. Dalam satu musim, pasangan blackbird dapat menghasilkan dua hingga tiga sarang.

Konservasi dan Status

Menurut IUCN Red List, blackbird diklasifikasikan sebagai spesies dengan ‘Least Concern’, artinya saat ini tidak dianggap terancam punah. Namun, seperti banyak spesies lainnya, mereka menghadapi tekanan dari kehilangan habitat dan perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia.

Kesimpulan

Burung blackbird dengan suara merdunya telah menjadi ikon dari alam liar yang masih terjaga. Kehadiran mereka di taman dan hutan memberikan kesempatan untuk mengamati keindahan alam yang sering terlewatkan. Penting bagi kita untuk memastikan kelestarian habitat mereka agar generasi mendatang masih dapat menikmati nyanyian merdu dari si hitam nan elegan ini.