Koala (Phascolarctos cinereus) merupakan salah satu ikon alam yang paling terkenal dari Australia. Hewan ini dikenal karena penampilannya yang lucu dan kebiasaannya yang unik, menghabiskan sebagian besar waktunya dengan tidur dan makan di pohon eukaliptus. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi kehidupan menarik dari marsupial ini, termasuk habitatnya, diet, perilaku, serta tantangan yang dihadapi untuk kelangsungan hidupnya.

Habitat dan Penyebaran:
Koala secara alami mendiami hutan terbuka dan hutan eukaliptus di bagian timur dan tenggara Australia, termasuk Queensland, New South Wales, Victoria, dan Australia Selatan. Habitatnya yang ideal adalah hutan dengan keberlimpahan pohon eukaliptus yang merupakan sumber makanan utamanya. Sayangnya, habitat koala mengalami degradasi akibat pembukaan lahan untuk pertanian, perkotaan, dan kegiatan manusia lainnya.

Biologi dan Diet:
Koala adalah herbivora yang hampir secara eksklusif memakan daun eukaliptus, meskipun kadang-kadang mereka juga mengonsumsi daun dari jenis pohon lain. Sistem pencernaan koala memiliki ciri khusus yang memungkinkannya untuk mendetoksifikasi senyawa kimia beracun dalam daun eukaliptus. Dengan metabolisme yang lambat, koala memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencerna makanan, yang menjelaskan mengapa mereka menghabiskan sebagian besar waktunya dengan tidur—hingga 18-20 jam sehari.

Perilaku dan Reproduksi:
Koala adalah hewan yang soliter dan memiliki wilayah kekuasaan yang ditandai dengan bau. Mereka bertemu dengan koala lain hanya untuk kawin. Musim kawin berlangsung dari Desember hingga Maret, dan setelah periode kehamilan sekitar 35 hari, koala betina melahirkan satu anak yang masih sangat prematur. Bayi koala, yang dikenal sebagai joey, akan melanjutkan perkembangannya di dalam kantong marsupial ibunya selama sekitar enam bulan sebelum mulai menjelajahi dunia luar.

Konservasi dan Ancaman:
Koala diklasifikasikan sebagai spesies yang rentan oleh IUCN Red List. Ancaman terbesar bagi koala adalah kehilangan habitat dan fragmentasi akibat aktivitas manusia. Selain itu, perubahan iklim juga berperan dalam mengubah habitat eukaliptus, menyebabkan kebakaran hutan yang lebih sering dan lebih intens, yang berdampak langsung pada populasi koala. Penyakit seperti klamidia juga merupakan masalah serius yang mempengaruhi kesehatan dan kesuburan koala.

Penutup:
Koala bukan hanya simbol dari keanekaragaman hayati Australia, tetapi juga pengingat akan kerapuhan ekosistem yang kita tinggali. Pelestarian koala dan habitatnya memerlukan upaya terkoordinasi antara pemerintah, organisasi konservasi, dan masyarakat umum. Melalui edukasi, penelitian, dan kebijakan yang efektif, kita dapat memastikan bahwa generasi mendatang masih dapat menyaksikan kehidupan unik dan menggemaskan dari marsupial yang satu ini di alam liar.